Sejarah Intranet memang belum begitu banyak yang tahu, karena memang penggunaannya yang terbatas. Dan antara internet dan intranet, sebenarnya serupa tapi berbeda ya. Lantas sebenarnya apa yang dimaksud dengan intranet ini dan apa perbedaanya dengan internet?

Intranet adalah jaringan computer yang memiliki basis protocol TCP/IP layaknya internet, hanya saja penggunaanya terbatas atau lebih tertutup, sehingga tidak semua orang bisa mengaksesnya. Siapa yang bisa? Pastinya hanya orang-orang tertentu saja (seperti para karyawan suatu perusahaan atau pegawai di suatu instansi pemerintah).

Mengapa aksesnya terbatas? Untuk menjaga informasi dan data-data penting sehingga tak bocor disembarangan orang. Dengan demikian, kebanyakan intranet sering digunakan pada perusahaan-perusahaan besar, kantor, lembaga atau instansi, hingga warnet.

Jika dilihat, intranet dan internet ini sebenarnya hampir sama saja, yaitu juga sama-sama bekerja pada sebuah sistem jaringan computer dan dapat saling terhubung antar komputer lainnya, serta memakai perangkat lunak protocol TCP/IP dan HTTP.

Namun perbedaannya seperti yang sudah diulas tadi. Internet dapat diakses oleh banyak orang, sedangkan intranet merupakan jaringan privat (private network) sehingga penggunaannya terbatas.

Sejarah Intranet di Dunia

sejarah intranetSejarah intranet juga sejalan dengan sejarah dan perkembangan dunia internet. Dimana pada tahun 1969, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menciptakan sebuah jaringan komputer. Lalu lembaga riset bernama Advanced Research Project Agency (ARPA) mengembangkan lagi jaringan tersebut dengan sebutan ARPANET.

Pada saat pertama kali penggunaanya, ARPANET hanya menghubungkan 4 situs yakni University of Utah, Stanford Research Institute, Santa Barbara, dan University of California. Dan pada tahun 1972, barulah ARPANET diperkenalkan secara umum dan terus menyebar ke berbagai negara.

Kemudian dikembangkanlah Telnet dan FTP (File Tranfer Protocol) yang berfungsi untuk mengirim dan menerima data. Walaupun demikian, penemuan ini mulai marak digunakan sejak kehadiran Personal Computer (PC) pada tahun 1980an.

Seperti yang kita ketahui, bahwa perkembangan intranet tidak lepas dari keberadaan internet. Dan perkembangan intranet dan internet mulai memuncak sejak kehadiran Tim Berners Lee dkk yang menciptakan World Wide Web (WWW) pada tahun 1989, dimana penggunanya dapat mengakses berbagai informasi dengan cepat.

Sekitar tahun 90an, muncul pula Hypertext Transfer Protocol (HTTP) yang berfungsi mengubah paket data menjadi sebuah file dengan format yang dapat dibaca oleh browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge. Oleh karena itu, mengapa jika kita mengunjungi suatu website, maka yang mengawali domainnya adalah http:// atau https://

HTTP pertama kali digunakan dalam WWW pada tahun 1990, kemudian diperbaharui menjadi HTTP versi 1.0 pada tahun 1996, dan kemudian disempurnakan kembali menjadi HTTP versi 1.1 dengan fungsi tambahan dapat mengakomodasi proxy, cache, dan dan koneksi yang persisten.

Nah, semakin lengkapnya fitur untuk mengakses internet, apalagi ditambah dengan munculnya HTTP. Maka pada tahun 1995, istilah intranet muncul dan digunakan oleh penjual produk jaringan.

Intranet merupakan jaringan komputer dalam suatu organisasi/komunitas yang menggunakan komunikasi data standar seperti halnya internet (lebih tepatnya seluruh komputer terhubung dalam satu jaringan lokal). Apalagi ditambah berkembangnya perangkat elektronik yang semakin pintar pada zaman itu seperti printer, faksimile, dan telepon membuat biaya operasional semakin rendah.

Sehingga penggunaan intranet saat ini bukan hanya diterapkan di perusahaan-perusahaan besar saja, tetapi juga sudah merambah ke kantor-kantor kecil, instansi pemerintah, hingga sekolah.

Sejarah dan Perkembangannya di Indonesia

sejarah intranet
photo by Nusantaratv.com

Tahun 1980an, di Indonesia terdapat jaringan komputer yang melibatkan 5 universitas yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Terbuka (UT), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang menggunakan fasilitas dial-up yang disebut dengan UNINet. Walaupun akhirnya jaringan ini tidak berkembang akibat infrastruktur yang kurang memadai.

Buktinya lainnya, terdapat catatan whois ARIN dan APNIC berupa Internet Protocol (IP) pertama di Indonesia, dengan kode UI-NETLAB (192.41.206/24) yang didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada tahun 1988.

Perjalanan internet di Indonesia dimulai ketika RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo yang setia berdedikasi pada tahap awal pembangunan internet di Indonesia pada tahun 1992-1994.

Sekitaran tahun 1994, lahir PT Indo Internet (Indonet) yang merupakan Internet Service Provider (ISP) dan perusahaan internet komersial pertama di Indonesia. Disusul oleh PT Rahardjasa Internet (Radnet) (1995), Wasantara Network yang dikembangkan PT Pos Indonesia (1996), IndosatNet (1996), dan Telkomnet (1998).

Penggunaan intranet pun pada awalnya baru diterapkan pada instansi-instansi pemerintah yaitu Pertamina dan Pemerintah Daerah DKI. Yang pastinya, penggunaan intranet biasanya digunakan oleh organisasi/komunitas yang membutuhkan komunikasi jarak jauh, seperti perusahaan, perbankan, instansi pemerintah, dan lembaga pendidikan terkhususnya universitas.

Awal mula kapan penggunaan intranet mulai merebak di Indonesia belum diketahui secara pasti, tapi seperti yang diketahui bahwa perkembangan intranet juga mengikuti perkembangan internet, maka sudah pasti ketika penggunaan internet mulai meningkat di Indonesia, swasta maupun pemerintah pasti ikut menggunakan intranet untuk memangkas biaya operasional mereka.

Hal ini sudah kita ketahui sekarang, ketika mulai banyak karyawan dan pegawai hingga para direktur yang melakukan meeting jarak jauh (online) dan lembaga pendidikan yang berkolaborasi dengan lembaga luar negeri hanya mengandalkan komputer bahkan handphone.

Bukan hanya itu, manfaat intranet bagi organisasi ataupun komunitas yaitu dapat memiliki direktori file yang canggih, menganalisis penjualan dan pemasaran, efisiensi menejemen proyek, serta meningkatkan produktivitas.

Nah, itulah tulisan mengenai sejarah intranet yang kini bisa Anda jadikan sebagai refensi berkaitan dengan sejarah intranet dunia maupun Indonesia, yang dengan semaksimal mungkin kami uraikan secara singkat.