Sebagai warga negara, siapa sih yang gak tahu tentang BPJS Kesehatan? Apalagi dalam mengurus berbagai pembayaran administrasi di Rumah Sakit, biasanya kartu BPJS Kesehatan paling sering muncul nih. Tapi, udah tau belum pengertian BPJS Kesehatan?

Pengertian BPJS Kesehatan

Apa Itu BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan secara nasional bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jadi bisa dibilang, pengertian BPJS Kesehatan secara sederhanya adalah asuransi kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah secara nasional.

Baca Juga: Pengertian Asuransi Syariah dan Perbedaannya dengan Asuransi Konvensional

BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bingkai dalam kesatuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang berpusat di Jakarta. Lembaga ini bertanggung jawab secara langsung di bawah komando Presiden.

BPJS Kesehatan sendiri mulai beroperasi pada 1 Januari 2014 dan merupakan hasil transformasi dari PT. Askes Indonesia, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi pada 1 Juli 2015 dan merupakan hasil transformasi dari PT. Jamsostek.

Dasar Hukum BPJS Kesehatan

apa itu bpjs kesehatan

Ngomong-ngomong tentang pengertian BPJS Kesehatan. Nah, dalam pelaksanaannya BPJS Kesehatan dipayungi hukum berupa

  • Undang-Undang No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang selengkapnya dapat dibaca disini
  • dan Undang-Undang No. 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yang selengkapnya dapat dibaca disini.

Peserta BPJS Kesehatan

peserta BPJS Kesehatan

Menurut Pasal 14 dalam Undang-Undang No.12 Tahun 2014 tentang BPJS, menerangkan seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia minimal selama 6 bulan wajib untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Setiap Perusahaan pun wajib mendaftarkan karyawannya untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sedangkan bagi yang tidak bekerja di perusahaan, tetap wajib mendaftarkan diri beserta keluarganya di kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Tidak hanya wajib bagi pekerja di sektor formal, pekerja informal pun selain wajib menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan juga wajib mendaftarkan diri di BPJS Kesehatan.

Intinya, seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dari anak kecil hingga orang dewasa, dan Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia minimal selama 6 bulan wajib untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Jika dikelompokkan, peserta BPJS Kesehatan terdapat 2 kelompok, yakni

Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan

Peserta ini merupakan peserta BPJS Kesehatan yang dikhususkan bagi orang yang tidak mampu (fakir miskin) sehingga mendapatkan bantuan iuran dari pemerintah. Peserta ini pun berhak mendapatkan fasilitas kelas III.

Bukan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan

Peserta ini merupakan peserta BPJS Kesehatan yang mampu membayar iuran sendiri, dimana terdiri atas

  • Pekerja Penerima Upah adalah pekerja yang mendapatkan upah dan terikat kontrak pada sebuah perusahaan atau instansi pemerintahan. Seperti TNI, POLRI, ANS, Pegawai Swasta, dan lain sebagainya.
  • Pekerja Bukan Penerima Upah adalah pekerja yang memiliki penghasilan tersendiri di luar hubungan kerja / kontrak kerja. Seperti Petani, Pedagang, Pengusaha, dan lain sebagainya.
  • Bukan Pekerja adalah golongan yang tidak termasuk sebagai pekerja. Seperti Pelajar, Mahasiswa, Investor, Purnawirawan/Pensiunan, Veteran, Perintis Kemerdekaan, dan lain sebagainya.

Iuran dan Kelas Peserta BPJS Kesehatan

iuran bpjs kesehatan

Bagi calon peserta BPJS Kesehatan yang ingin mendaftarkan diri beserta keluarganya, sebelumnya akan diberi pilihan untuk memilih kelas BPJS Kesehatan. Kelas dan fasilitas yang diberikan, antara lain

  • BPJS Kesehatan Kelas 1 akan diberi fasilitas berupa kamar rawat inap dengan ruangan yang dapat menampung 2-4 pasien.
  • BPJS Kesehatan Kelas 2 akan diberi fasilitas berupa kamar rawat inap dengan ruangan yang dapat menampung 3-5 pasien.
  • BPJS Kesehatan Kelas 3 akan diberi fasilitas berupa kamar rawat inap dengan ruangan yang dapat menampung 4-6 pasien.

Mengapa fasilitas yang diberikan, beda tipis? Karena tergantung dari Rumah Sakit tempat kamu dirawat. Bisa jadi karena faktor penuhnya kamar rawat inap dan perbedaan harga fasilitas.

Iuran Peserta

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016 yang merubah Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, iuran peserta BPJS Kesehatan antara lain

Kelas PesertaIuran per Bulan
BPJS Kesehatan Kelas 1Rp80.000/orang
BPJS Kesehatan Kelas 2Rp51.000/orang
BPJS Kesehatan Kelas 3Rp25.500/orang

Per keluarga wajib untuk mendaftar pada kelas yang sama, sehingga untuk satu keluarga yang beranggotakan 5 orang memiliki hitungan iuran BPJS Kesehatan antara lain

  • BPJS Kesehatan Kelas 1 = Rp80.000 x 5 orang = Rp400.000 per bulan
  • BPJS Kesehatan Kelas 2 = Rp51.000 x 5 orang = Rp255.000 per bulan
  • BPJS Kesehatan Kelas 3 = Rp25.500 x 5 orang = Rp127.500 per bulan

Bagaimana Jika Peserta Telat Bayar Iuran BPJS Kesehatan?

iuran tertunggak

Apabila ada peserta yang telat membayar iuran BPJS Kesehatan walau sebulan saja, maka untuk menertibkannya BPJS Kesehatan akan menonaktifkan sementara keanggotaan peserta hingga yang bersangkutan kembali melunasi tunggakannya.

Tidak ada denda bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak. Kecuali jika dalam 45 hari setelah keanggotaan peserta kembali diaktifkan dan kamu harus menggunakan fasilitas rawat inap karena sakit. Maka akan dikenai denda sebesar 2,5% dari biaya fasilitas rawat inap untuk setiap bulan tunggakannya, maksimal 12 bulan.

Namun jangan khawatir, karena kini mulai bertebaran berbagai fitur pembayaran iuran BPJS secara online di berbagai platform. Jadi, jangan terbawa-bawa beban tentang denda, santai aja.

Syarat dan Cara Daftar BPJS Kesehatan

berkas pendaftaran

Bagi kamu yang belum daftar dana ingin menjadi salah satu peserta BPJS Kesehatan, ada bebepara syarat dan tata cara yang harus diikuti.

Syarat Daftar BPJS Kesehatan

Beberapa dokumen penting atau berkas yang harus dipersiapkan, antara lain

  • Fotokopi E-KTP bagi Warga Negara Indonesia (WNI) atau Fotokopi Paspor bagi Warga Negara Asing (WNA)
  • Fotokopi Kartu Keluarga Terbaru; disertai dengan membawa yang asli
  • Buku Nikah; bagi yang sudah menikah (opsional)
  • Fotokopi Buku Tabungan (opsional)
  • Pas Foto dengan Ukuran 3 x 4 cm sebanyak dua lembar

Cara Daftar BPJS Kesehatan

Bagi kamu yang baru daftar BPJS Kesehatan, jangan khawatir karena tidak ada kata terlambat. Tinggal ikuti beberapa panduan berikut untuk mempermudah proses pendaftaran kamu.

Untuk pendaftaran BPJS Kesehatan, bisa dengan cara mendatangi langsung kantor BPJS Kesehatan terdekat atau daftar secara online melalui situs BPJS Kesehatan disini.

Cara Daftar BPJS Kesehatan dengan Mendatangi Langsung Kantor Terdekat (Offline)

Untuk pendaftaran BPJS Kesehatan secara offline, dengan mendatangi langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat sebenarnya langkah-langkahnya cukup gampang, tapi harus kuat antre ya hehe.

  1. Datangi Kantor BPJS setempat; dengan membawa dokumen-dokumen yang diperlukan
  2. Lengkapi Formulir Pendaftaran;

Cara Daftar BPJS Kesehatan secara Online

Untuk pendaftaran BPJS Kesehatan secara online, ikuti langkah-langkah berikut

  1. Kunjungi situs BPJS Kesehatan dan Daftarkan Diri Kamu

    Kunjungi situs BPJS Kesehatan, setelah itu daftarkan diri kamu dengan cara mengisi data-data diri dengan benar. Jangan lupa untuk pilih Kelas BPJS Kesehatan yang mampu kamu bayar setiap bulannya sesuai kondisi finansial keseharian kamu.

  2. Simpan Data dan Tunggu Email Registrasi dari BPJS Kesehatan

    Setelah isi data-data diri yang diperlukan, jangan lupa untuk simpan data dan tinggal tunggu email resmi dari BPJS Kesehatan. Di email registrasi tersebut, terdapat lampiran Virtual Account sebagai tujuan rekening untuk pembayaran iuran pertamamu.

  3. Lakukan Pembayaran

    Setelah mendapatkan lampiran Virtual Account dari email registrasi, segera lakukan pembayaran di ATM terdekat, teller, m-banking, i-banking, dan lain sebagainya.

  4. Selamat, Kamu Sudah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan!

    Setelah melakukan pembayaran, maka otomasi akun menjadi aktif dan kamu sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan! Jangan lupa, untuk cek email terbaru kamu dari BPJS Kesehatan berupa E-ID BPJS yang bisa kamu print sendiri atau print di Kantor BPJS Kesehatan terdekat.