Pengertian Asuransi Syariah mungkin dari kita belum begitu tahu, dan sebagian dari kita masih menganggap Asuransi Syariah ini sama dengan asuransi yang lainnya. Perlu Anda ketahui bahwa asuransi (konvensional) dan asuransi syariah itu tentunya cukup berbeda.

Secara singkat, pengertian asuransi syariah adalah asuransi yang berdasarkan prinsip syariah (hukum islam) dengan usaha saling tolong-menolong dan saling melindungi antar para nasabah.

Baca Juga: Apa Itu Bank Syariah?

Berdasarkan dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Pengertian Asuransi Syariah adalah sebuah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang dengan melalui investasi yaitu dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui Akad yang sesuai dengan syariah.

Asuransi Syariah ini merupakan sebuah sistem dimana para pesertanya mendonasikan/menghibahkan sebagian ataupun seluruh kontribusi/premi untuk digunakan sebagai klaim musibah yang sedang dialami oleh sebagian peserta.

Baca Juga: Ternyata Gini Nih, Sejarah dan Perkembangan Asuransi Syariah di Dunia hingga Indonesia!

Dalam hal ini mengenai proses hubungan peserta dan perusahaan di dalam mekanisme pertanggunaan syariah yaitu menggunakan sharing of risk atau dalam artian saling menanggung risiko.

Mengenai masalah peranan dari perusahaan asuransi syariah ini juga sangat terbatas, yaitu hanya sebagai pemegang amanah saja untuk mengelola serta menginvestasikan kontribusi peserta.

Jadi kalau di asuransi syariah, fungsi dari perusahaan ini hanyalah sebagai pengelola operasional saja, bukan sebagai penanggung seperti yang ada pada asuransi konvensional.

Akhirnya asuransi syariah menjadi topik yang menarik, sebagai salah satu produk asuransi yang banyak dibicarakan di masyarakat. Asuransi tersebut kini hadir serta bisa digunakan sebagai pemenuhan kepentingan serta keinginan dari kebanyakan orang yang memiliki harapan adanya sebuah produk asuransi yang halal dan sesuai degan ketentuan syariah.

Pengertian Asuransi Syariah Menurut Para Ahli

pengertian asuransi syariah
image by ramadan.sindonews.com

➡ Menurut Muhammad Syakir, asuransi merupakan cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari risiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya.

➡ Menurut Abas Salim berpendapat, bahwa asuransi adalah suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (subtitusi) kerugian-kerugian yang belum pasti.

➡ Menurut Wirjono Prodjodikoro, asuransi syariah adalah persetujuan pihak yang menjamin dan berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang premi sebagai penggantian kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.

Dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa asuransi syariah merupakan suatu pengaturan dalam pengelolaan risiko yang sesuai dengan ketentuan syariah, yaitu dilakukan dengan tolong-menolong secara mutual yang dalam hal ini tentunya melibatkan peserta dan perusahaan asuransi.

Dasar Hukum Asuransi Syariah

dasar hukum asuransi syariah

Dengan adanya dasar hukum dapat memperkuat posisi dan sebagai acuan dalam setiap penyelenggaraan asuransi syariah. Dasar hukum asuransi syariah dapat dibedakan menjadi dua yakni berdasarkan Hukum Islam dan Hukum Negara (perundang-undangan).

Menurut Hukum Islam

Hukum Islam berdasarkan pada Al-Quran dan As-Sunnah. Di dalam Al-Quran, ayat yang paling kuat mendukung adanya praktik asuransi yaitu Q.S Al-Maidah [5]:2

dasar hukum asuransi syariah

Artinya: “… Tolong-menolonglah kamu (mengerjakan) kebaikan dan takwa, jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Dan Hadist yang paling sering dipakai sebagai acuan praktik asuransi syariah yaitu

dasar hukum asuransi syariah

Artinya dari Abu Musa ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda “Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan dimana sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut Hukum Negara

Dalam perundang-undangan, yang menjadi dasar hukum asuransi maupun asuransi syariah adalah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian. Dan dalam pelaksanaanya, pelaksanaan asuransi syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) Nomor 21/ DSN-MUI/ X/ 2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah

Prinsip Asuransi Syariah

pengertian asuransi syariah

Asuransi memiliki prinsip utama yaitu tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan (ta’awunu ‘ala al birr wa altaqwa) serta rasa aman (al ta’min). Artinya dengan adanya asuransi syariah, menjadikan semua peserta asuransi merasa seperti keluarga sehingga dapat saling menjamin dan menanggung resiko.

Untuk lebih lengkapnya, prinsip-prinsip asuransi syariah yang harus diterapkan pada perusahaan-perusahaan asuransi syariah antara lain

  • Tauhid artinya setiap aktivitas dan operasional harus berdasarkan nilai-nilai tauhid atau nilai-nilai ketuhanan
  • Keadilan artinya adanya keadilan antara pihak-pihak yang terkait, seperti menempatkan hak dan kewajiban nasabah dengan perusahaan asuransi secara adil
  • Tolong-Menolong artinya nasabah harus mempunyai motivasi yang besar untuk meringankan masalah nasabah lainnya ketika sedang mendapatkan musibah atau kerugian
  • Kerja Sama artinya saling bekerja sama untuk mewujudkan kebebasan finansial antar nasabah
  • Amanah artinya adanya pertanggung-jawaban perusahaan dalam mengelola keuangan seperti transparansi laporan keuangan kepada nasabah
  • Kerelaan artinya pengelolaan asuransi pada dasarnya harus terdapat persetujuan dari nasabah
  • Larangan Riba artinya di dalam sistem asuransi dilarang adanya sistem bunga (interest)
  • Larangan Maisir artinya tidak diperbolehkan menguntungkan satu pihak namun merugikan pihak lain. Karena dalam aturan islam, kedua belah pihak harus mengalami keuntungan maupun kerugian bersama
  • dan Larangan Gharar (Ketidakpastian) artinya tidak diperbolehkan adanya unsur-unsur ketidakpastian sehingga membuka lebar pintu penipuan

Perbedaan Asuransi Syariah dengan Asuransi Konvensional

pengertian asuransi

Nah sebenarnya ada banyak perbedaan yang cukup banyak antara kedua Asuransi tersebut, berikut bisa Anda simak mengenai perbedaannya

Asuransi Syariah

Menggunakan konsep saling tolong-menolong

Harus berinvestasi pada sektor yang diperbolehkan syariat

Hasil investasi dibagi rata antara nasabah dan pengelola

Surplus Underwritting dibagi ke dalam dana tabarru’, peserta dan perusahaan

Semaksimal mungkin mengelola dana demi keuntungan nasabah

Peserta wajib membayar zakat

Dana yang disetor nasabah dapat ditarik kembali, hanya terdapat potongan kecil

Memiliki Dewan Pengawas Syariah

Asuransi Konvensional

Menggunakan konsep seperti transaksi jual-beli

Bebas untuk berinvestasi di sektor apapun

Hasil investasi menjadi milik perusahaan sepenuhnya

Surplus Underwrtting menjadi milik perusahaan asuransi sepenuhnya

Perusahaan fokus untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya

Tidak ada zakat

Dana yang disetor tidak dapat ditarik dan menjadi miliki perusahaan (dana hangus)

Tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah