Home Bisnis Keuangan Apa Itu NPWP?

Apa Itu NPWP?

0
Apa Itu NPWP?
Copyright © VrigoNET
Apa Itu NPWP?


Nomor Pokok Wajib Pajak (disingkat NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai identitas diri untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Sehingga dengan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, kita sebagai Warga Negara Indonesia dapat dengan mudah mengurus segala administrasi perpajakan yang ada.

Bagi yang belum tau, apa itu Wajib Pajak. Secara singkatnya, Wajib Pajak (WP) adalah perorangan ataupun badan yang memiliki hak dan kewajiban perpajakan yang diatur dalam undang-undang.

Jadi setiap warga negara yang sudah memenuhi persyaratan wajib mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak dan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak di masing-masing Kantor Direktorat Jenderal Pajak.

Bisa dibilang, untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak, kita harus menjadi Wajib Pajak terlebih dahulu. Nah, agar lebih paham lebih dalam, mari kita bahas satu per satu.

JENIS – JENIS NPWP

apa itu npwp
Copyright © VrigoNET

Setidaknya sampai saat ini, Indonesia memiliki 2 jenis Nomor Pokok Wajib Pajak, yaitu NPWP Pribadi dan NPWP Badan.

NPWP Pribadi

NPWP Pribadi adalah nomor pokok yang dimiliki oleh setiap warga negara yang merupakan wajib pajak. Sehingga Nomor Pokok Wajib Pajak ini hanya didapat ketika seseorang telah mempunyai penghasilan atau bekerja.

NPWP Badan

NPWP Badan adalah nomor pokok yang dimiliki oleh badan usaha (perusahaan) atau organisasi. Oleh karena itu, terkadang nomor pokok ini juga sering disebut sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak Perusahaan.

FUNGSI NPWP

fungsi npwp

Nomor Pokok Wajib Pajak memiliki peranan penting dalam lancarnya sistem perpajakan di negara kita. Dan banyak sekali fungsi Nomor Pokok Wajib Pajak dalam kehidupan keseharian kita, yaitu

  • Sebagai Identitas Wajib Pajak
  • Mempermudah Administrasi Perpajakan
  • Sebagai Persyaratan di Berbagai Dokumen Penting

SYARAT PEMBUATAN NPWP

Untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak sebenarnya cukup gampang, karena kita sebagai Wajib Pajak dapat mendatangi langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) ataupun Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4) dengan membawa beberapa dokumen.

Seperti yang dijabarkan diatas, Nomor Pokok Wajib Pajak memiliki 2 jenis yakni NPWP Pribadi dan NPWP Badan. Maka dalam pembuatan dan persyaratannya pun juga berbeda.

A. Syarat Pembuatan NPWP Pribadi

syarat membuat npwp pribadi

Nomor Pokok Wajib Pajak Pribadi wajib dimiliki oleh setiap Wajib Pajak. Dalam pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak, dokumen yang dibawa juga gak sembarangan dan terkadang berbeda walaupun sama-sama Wajib Pajak.

Baca Juga: Apa Sih Keuntungan Memakai E-Paspor

1. Syarat Membuat NPWP bagi Wajib Pajak Pribadi

Untuk Wajib Pajak Pribadi yang belum maupun telah bekerja dan tidak memiliki usaha apapun, maka cukup membawa

  • Fotokopi KTP bagi Warga Negara Indonesia
  • atau Fotokopi Paspor ditambah surat keterangan tempat tinggal, seperti Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi Warga Negara Asing

2. Syarat Membuat NPWP bagi Wajib Pajak Karyawan

Nah, bagi kamu yang berprofesi sebagai karyawan maupun PNS, terdapat satu-dua lembar dokumen tambahan untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, yaitu

  • Fotokopi KTP bagi WNI
  • atau Fotokopi Paspor dan surat keterangan tempat tinggal (KITAS/KITAP) bagi WNA
  • dan Fotokopi Surat Keterangan Kerja; sebagai bukti bahwa kamu benar-benar merupakan seorang karyawan/PNS

3. Syarat Membuat NPWP bagi Wajib Pajak Usahawan/Wiraswasta

Nah, untuk Wajib Pajak yang bekerja bebas atau memiliki usaha, diharuskan membawa tambahan dokumen dibandingkan Wajib Pajak biasanya. Sehingga persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu

  • Fotokopi KTP bagi WNI
  • Fotokopi Paspor dan KITAS/KITAP bagi WNA
  • Fotokopi Dokumen Izin Kegiatan Usaha, Dokumen Lokasi Kegiatan Usaha, atau Lembaran Bukti Pembayaran Listrik.
  • dan surat keterangan bermaterai yang menerangkan Wajib Pajak benar menjalankan usaha

4. Syarat Membuat NPWP bagi Wajib Pajak Wanita Kawin

Bagi Wajib Pajak Wanita Kawin, namun ingin memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak yang terpisah, tentu saja bisa dong. Dokumen yang harus dibawa juga gak ribet, yaitu

  • Fotokopi NPWP Suami atau Dokumen Perpajakan yang Setara apabila Suami merupakan WNA.
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • dan Fotokopi Surat Perjanjian Pemisahan Penghasilan dan Harta; atau surat yang membuktikan adanya kehendak pemisahan hak dan kewajiban perpajakan.

Pembahasan Lebih Lanjut: Persyaratan Untuk Membuat NPWP Pribadi

B. Syarat Pembuatan NPWP Badan

saham mayora

Sama halnya dengan Nomor Pokok Wajib Pajak Pribadi, pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak Badan gak sembarangan. Karena masing-masing kategori Wajib Pajak Badan, memiliki perlengkapan berkas yang berbeda saat dikumpulkan.

1. Wajib Pajak Badan Berorientasi Laba (Profit-Oriented)

Seperti Kontraktor, Badan Usaha Tetap (BUT), dan Operator Bidang Usaha Pertambagan Migas merupakan Wajib Pajak Badan yang profit-oriented. Sehingga persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain

  • Fotokopi Akta Pendirian bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri, atau surat keterangan penunjukan dari Kantor Pusat bagi Badan Usaha Tetap (BUT).
  • Fotokopi NPWP salah satu seorang pengurus bagi WNI, atau fotokopi Paspor dan surat keterangan tempat tinggal (KITAS/KITAP) bagi WNA.
  • Fotokopi Dokumen Izin Kegiatan Usaha, Dokumen Lokasi Kegiatan Usaha, atau Lembaran Bukti Pembayaran Listrik.

2. Wajib Pajak Badan Tidak Berorientasi Laba (Non Profit-Oriented)

Walaupun bukan mencari keuntungan, sebagai sebuah lembaga maka tetap merupakan subjek pajak dan harus mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak. Maka hal-hal yang harus dipersiapkan adalah cukup membawa

  • Fotokopi KTP salah satu pengurus organisasi tersebut
  • dan Surat Keterangan Domisili dari RT/RW setempat

3. Wajib Pajak Badan Kerjasama Operasional (Joint Operation)

Walaupun bukan subjek PPh Badan, Kerjasama Operasional (KSO) tetap harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dalam rangka pemenuhan PPN dan Withholding Tax. Untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak, dokumen yang harus dipersiapkan adalah

  • Fotokopi Akta Pendirian atau Perjanjian Kerjasama
  • Fotokopi NPWP Perusahaan yang terlibat dan Fotokopi NPWP masing-masing pengurus bagi WNI, atau Fotokopi Paspor dan surat keterangan tempat tinggal (KITAS/KITAP) bagi WNA
  • Fotokopi Dokumen Izin Kegiatan Usaha

Cara Pendaftaran NPWP

Untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak, kita bisa mendaftar langsung di kantor pajak terdekat atau mendaftar secara online.

Untuk pendaftaran secara offline, kita bisa langsung kunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) ataupun Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4) terdekat dan bawa semua dokumen (persyaratan) yang diperlukan.

Sedangkan pendaftaran secara online, silahkan masuk ke situs ereg.pajak.go.id dan isi formulir sesuai dengan petunjuk yang ada. Apabila mendapati masalah, langsung hubungi Kring Pajak dengan nomor 1500-200 atau ikuti langkah di bawah ini.

Cara Daftar NPWP Online

cara daftar npwp online

Tahun demi tahun, untuk menikmati fasilitas yang pemerintah berikan semakin mudah untuk didapat lho. Termasuk untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak, kini bisa didapatkan secara online, tanpa antre di kantor pajak.

Nah, bagi kamu yang masih bingung bagaimana sih cara daftar NPWP online, berikut langkah demi langkah yang bisa kamu ikuti

  1. Persiapkan Persyaratan Dokumen yang Diperlukan

    Hal pertama kali yang dapat kamu lakukan yaitu mempersiapkan terlebih dahulu segala persyaratan untuk mendaftar nanti. Apalagi setiap ketegori Wajib Pajak memiliki persyaratan yang berbeda-beda.

  2. Register Akun Baru di Ereg Pajak

    Langkah selanjutnya yang kamu harus lakukan adalah membuat akun baru di situs Ereg Pajak, yang dapat kamu kunjungi disini. Setelah mendaftar dengan mengisi biodata secara lengkap, jangan lupa aktivasi akun melalui email yang dikirimkan oleh Dirjen Pajak.

  3. Mengisi Formulir Pendaftaran

    Setelah aktivasi akun selesai, kamu akan dibawa ke halaman Registrasi Data Wajib Pajak lalu isi semua kolom formulir dengan data yang benar serta ikuti petunjuk dengan teliti. Setelah selesai, klik daftar dan kamu akan mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar Sementara.

  4. Print Formulir dan SKTS

    Nantinya, pada layar komputer kamu diharuskan untuk mencetak (print) dokumen berupa Formulir Registrasi Wajib Pajak dan Surat Keterangan Terdaftar Sementara

  5. Lengkapi Dokumen dan Kirim ke Kantor Pelayanan Pajak

    Setelah itu, tanda-tangani formulir pendaftaran dan satukan dengan Surat Keterangan Terdaftar Sementara serta persyaratan lainnya (sesuai kategori Wajib Pajak). Lalu kirim ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dengan mendatangi langsung, lewat Jasa Pos, atau scan dokumen dan unggah melalui Ereg Pajak.

  6. Cek Status

    Jika dokumen telah dilengkapi dan dikirim ke KPP, maka kamu tinggal menunggu email atau melihat status pendaftaran di Ereg Pajak. Jika ditolak, kamu harus perbaiki data yang kurang. Dan apabila diterima, kartu Nomor Pokok Wajib Pajak akan dikirim ke alamat rumah kamu melalui Jasa Pos maksimal 14 hari.